Oleh: syafi'ul anam- Riau
Pernahkah kita suatu kali mengalami bahwa ternyata secara tak sengaja kita menyakiti hati, menggores luka di hati orang-orang sekitar kita. kita melangkah memulai hari tanpa mengerti bahwa kemarin, 2 hari yang lalu, atau hari hari sebelumnya lagi, entah berapa banyak orang yang kurang berkenan dengan apa yang telah kita lakukan. walau tanpa sadar, walaupun tak bermaksud demikian, namun hati yang terlanjur tersakiti, sulit untuk di pulihkan lagi. Semakin banyak kita membuat luka, maka akan semakin banyak bekasnya.
Suatu saat, waktu awal-awal kuliah, seseorang berkata kepada saya, " kamu kok cuek banget ya?" UPS! saat itu saya agak sedikit kaget. cuek?
Ya, mungkin juga sih. rasanya saya tidak pernah seperti teman-teman saya yang lain. Yang biasanya sering berkicau menyapa setiap orang yang ada di dekatnya terutama waktu di kampus.
Kemudian mulai hari itu saya intropeksi
dan bertanya lebih lanjut, mencoba memahami apa yang saya terima hari itu.
Pernahkah kita menyadari bahwa bisa jadi kita hari ini telah mengecewakan banyak orang? kita mengira bahwa hari ini kita lewati dengan lancar dan kita tutup juga dengan tidur nyenyak. tidak kita sadari bahwa sehari tadi kita telah banyak menoreh luka. saat kita berangkat sekolah kita tidak mencium tangan kedua orang tua kita Untuk pamit terbersit rasa kecewa di hati mereka. saat kita membeli minyak Honda, kita memberikan uang kita kepada penjual agak sedikit kurang sopan sehingga penjual merasa kurang di hargai, kita juga sudah membuat luka kembali. itu contoh hal yang tidak kita lakukan secara sengaja, belum lagi hal-hal yang memang kita sengaja untuk menyakiti.
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa sedikit kesan tak enak yang orang lain tangkap pada tingkah laku kita, dapat membekas begitu dalam tanpa kita menyadarinya. Membuat mereka sedih, kecewa, kesal, atau bahkan marah pada kita.
Tanpa kita sadari bahwa hari itu kita telah lewati dengan melukai hati banyak orang. dan saat hati-hati mereka mereka telah luka, rasanya tak lagi berarti permohonan maaf yang kita ucapkan.
Kesalahan yang tak di sengaja Kadang membuat kita merasa heran. Kapan ya kita melakukan itu? benar tidak ya? Ah saya kan tidak bermaksud begitu. l didn't Mean to. Dan sekian banyak pemaafan yang kita ukir Untuk diri kita sendiri, tanpa peduli orang tersebut masih merasakan sakitnya hingga kini.
Tak usahlah lagi alasan itu kita mari.mari mulai saat ini kita mulai perbaiki diri.
Semoga bermanfaat.
Wassalam










Posting Komentar