Selamat Datang di Portal Pelajar

RAHASIA DIBALIK KETERHIJABAN MASA DEPAN

RAHASIA DIBALIK KETERHIJABAN MASA DEPAN

Oleh Dessy
GM Jakarta
"Ikhlaskanlah, Allah Maha baik, Maha mengetahui yang terbaik." Itu saja yang aku ucapkan sedari tadi. Mencoba tegar padahal air mata terus mengalir. Pengumuman itu sangat memukul hatiku. Bayangkan, aku adalah anak pertama sekaligus cucu pertama, semua keluarga mengharapkan aku untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tapi hancur semua harapan karena hasil yang gagal. Rasanya mengecawakan orang tersayang itu tidak enak.

Berhari-hari aku instropeksi diri. Sambil terus menganggap bahwa hasil yang gagal itu adalah yang terbaik. Apa maksud Allah di balik semua ini? Aku teringat dengan nikmat Allah selama ini. Dulu, ketika aku ingin menjadi juara kelas Allah kabulkan. Alhamdulillah, 3 tahun berturut-turut di SMP aku dapatkan predikat itu. Dulu, ketika aku ingin ikut lomba tingkat nasional, menginap di hotel berbintang, naik pesawat Allah kabulkan juga. Alhamdulillah, tahun ke dua di SMA aku berangkat mewakili Provinsi ke Palembang. Naik pesawat dan menginap di hotel berbintang.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
[QS. Ar-Rahman: Ayat 13]
Ya Allah, ayat itu mengakhirkan masa instropeksi diriku. Aku yakin kegagalan ini pun nikmat juga dari Allah.

Aku sengaja tidak melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. Karena ambisiku tetap ingin kuliah di PTN. Aku mengambil keputusan untuk kerja sambil mengisi waktu jelang ujian masuk PTN tahun depan. Melamar di PT. sana-sini, tidak juga ada panggilan. Ada lowongan untuk mengajar tapi tidak memenuhi kualifikasi. Aku jadi pengangguran. Selang waktu 3 bulan, kakak kelas ku di SMA mengajakku untuk setoran hafalan. InsyaAllah jika sudah memenuhi kualifikasi akan mengajar di Yayasan. Dalam waktu 3 bulan, aku sudah menjadi tenaga pengajar di Yayasan itu. Dua cabang sekaligus. Alhamdulillah, dari kegiatanku ini aku bisa menambah hafalan Al quran ku sampai menjadi Hafidzah. Aku bisa beli segala kebutuhan pribadi dengan uang sendiri. Bisa bantu orang tua dan lingkungan sekitar juga.

Jadi, ternyata ini lho rahasia dibalik keterhijaban masa depan. Allah menginginkan kita untuk ikhtiar dan tawakkal terhadap apa yang kita inginkan. Ikhlas menerima apa yang Allah tetapkan. Karena cuma Allah yang tahu yang terbaik untuk hambaNya.

   وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ  ؕ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 216]
Karena kegagalan kemarin aku jadi belajar bahwa Allah tidak pernah menzalimi hambaNya. Hanya saja hambaNya tidak mau bersabar dan ikhlas dengan keputusan Allah. Alhamdulillah.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger