Selamat Datang di Portal Pelajar

senyum kecil nina #2

senyum kecil nina #2

Oleh : Handika putra
GM surabaya

Ternyata dia bukan anak pak Yono, orang tuanya baru meninggal 2 pekan yang lalu karena kecelakaan dan dimakamkan disini, dia tidak mau meninggalkan makam ini karena masih rindu sama orang tuanya. Ya Allahh sedih sekali mendengarnya, air mataku menggenang dan berharap tidak jatuh. Aku tidak mau membuatnya sedih karena melihat aku menangis.

Sambil menghiburnya dengan menanyakan hobi dan makanan kesukaannya. Dia ingin menjadi wonder woman kelak, karena ingin menyelamatkan orang2 dari kecelakaan. Mungkin karena kejadian yang menimpa orang tuanya, Dia belum paham dengan semua ini.

Dengan suara kecilnya dia bilang "ibu sama ayah pergi ketemu Allah sebentar, setelah itu mereka balik kesini untuk jemput Nina", dengan jemari kecilnya dia menjelaskan semua ceritnya. Tidak bisa ditahan, air mataku jatuh ke pipi. Tidak mampu berucap apapun.

Waktu sudah menjelang maghrib, Nina mengambil tas kecilnya yang dia jahit sendiri dan resleting yang rusak. Terlihat dari jahitan yang tidak rapi dan terkesan memaksa, intinya bisa melekat, "Nina mau kemana?" Tanyaku lirih.  Seperti biasa dia tidak berucap apa2, cuma turun dan menggandeng tanganku sambil tersenyum, indah sekali melihat senyumnya. Damai sekali  rasanyaa, bagaimana bisa anak kecil seperti dia menerima semua perihnya kehidupan.

dia pun berlari dengan sandal besar yang berbeda antara yang kanan dan kiri, yang dia potong dan bentuk sendiri menyerupai bentuk bunga. Sepertinya dia menemukannya dijalan, lalu memotong dan membentuknya sendiri.

dia berlari terus sesekali menoleh ke belakang, seolah-olah memberi tahuku bahwa aku harus cepat2. Aku melihat ada sebuah kresek hitam didalam tas kecilnya, itu terlihat dari resleting tasnya yang rusak.

"apa yg dia bawa" pikirku, nina berlari cukup cepat sehingga membuatku harus sedikit mengatur irama nafasku. "Nina pelan-pelan", teriakku, tapi Nina hanya sesekali menoleh ke arahku dengan memberikan senyum manisnya.

Tak lama kemudian Nina berhenti disebuah warung yang disampingnya ada sebuah masjid kecil. Kemudian Nina menarik tanganku dan dia diam sejenak, seperti sedang menunggu sesuatu. Lalu aku berjongkok dan mengusap kepala Nina dan bertanya "Nina mau ngapain?" Seperti biasa dia tidak menjawab pertanyaanku.

AllahuAkbar.... Allahuakbar.... terdengar suara adzan dan Nina menoleh ke arahku dengan senyuman yang lebih indah, mampu bersinar bahagia di balik wajahnya yang berkeringat. "Buuu" dia memanggil ibu pemilik warung itu dengan suaranya yang kecil. "Oohh Nina, sini nak" balas si ibu warung.

Ternyata Nina sedang puasa dan warung sebelah masjid menyediakan minuman dan kue gratis bagi yang sedang berpuasa. Subhanallah anak sekecil itu mampu berpuasa ditengah2 kehidupan kota seperti ini, pantas saja dia tidak mau menerima kueku.

"Kakkkk ayo kita sholat dulu", ucap Nina sambil berdiri disampingku dan dengan sendawa kecilnya, dia tertawa malu sambil menutup mulutnya. "Ya Allahh... pemandangan yg menyejukkan hati", kataku dalam hati.

"Apaa... sholat??, aku lupa caranya sholat, bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku sholat", ucapku dalam hati. Nina masih menunggu jawabanku, kali ini aku bingung bagaimana menjawab pertanyaannya.

Dan akhirnyaa...

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger