Selamat Datang di Portal Pelajar

'Melihat' 4 November

'Melihat' 4 November

Oleh handika putra GM surabaya

Kejadian 4 November mungkin akan menjadi sebuah tinta sejarah dalam bangsa Indonesia, khususnya ibukota Jakarta. Aksi damai ini mungkin akan tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah di era anak dan cucu kita kelak.

Seperti pada umumnya, setiap aksi demo apapun akan menimbulkan pro kontra di mata masyarakat Indonesia.

Atas kejadian ini, saya mencoba dengan sengaja mencari pendapat dari orang-orang awam di lingkungan saya.

Ada yang mengatakan bahwa umat islam di Indonesia hanya bersikap latah (meniru) umat non islam di luar negeri sana, yg perlakuannya sangat kejam kpd umat muslim. Jadi atas nama balas dendam, mereka melakukannya di negeri sendiri.

Ada yang mengatakan semua keributan ini hanya dipandang menjadi sarana eksistensi golongan.

Ada yang mengatakan toleransi umat beragama rusak akibat aksi damai.

Ada yang mengatakan Pak Ahok bukan pemimpin agama, ngapain bikin aksi agama.

Ada yang mengatakan semua ini hanya settingan aparat pemerintah untuk menutupi sesuatu.

Itu adalah beberapa rangkuman pendapat yang saya dapatkan, sebagian ada yg berpendapat sama dan setuju dengan aksi damai ini.

Salah satu alasan saya kenapa memilih masyarakat awam untuk berdiskusi, karena mereka memandang dari sudut pandang mereka, itu akan membuat kita paham bagaimana seharusnya kita berdakwah kepada mereka.

Dengan sesama aktivis dakwah, saya lebih banyak mendengarkan karena mereka lebih paham akan hal ini dan mayoritas kita memiliki paham yang sama.

Saya yakin masyarakat Indonesia mampu berfikir secara logika, mereka mampu melihat siapa yang sebenarnya sumber masalah. Tapi pemerintah kita sangat pandai memutar balikkan fakta yang ada.

Hikmah yang saya dapat dari beberapa diskusi dengan masyarakat awam adalah.
1. Mereka buta akan hidayah, perlu adanya aktivis yang mampu mengantarkan hidayah Allah kepada mereka. Perlu adanya aktivis yang mampu meluangkan sedikit waktu mereka untuk bergaul, bermain, berdiskusi dengan orang2 awam.

2. Kita perlu berhati-hati memilih seorang pemimpin, umat muslim tidak seharusnya golput dalam pemilu. Jika kita demikian maka serigala-serigala jahat akan mengisi suara2 kita.

3. Menambah wawasan ilmu kepada diri aktivis, permasalahan paling fatal adalah seorang aktivis menyebarkan berita hoax. Meskipun bukan orang politik, kita juga harus belajar politik, belajar ekonomi, mendalami ilmu agama, dll.

4. Senantiasa mengambil peran kebenaran dalam lingkungan kita, sekecil apapun perannya.

Setiap tempat tentunya memiliki atmosfer masalah yang berbeda, hikmahnya pun berbeda.

Semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada umat muslim, Allah melindungi hamba-hambanya yang beriman.

janji Allah itu pasti !

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger