Oleh : Eno wae
Hari ku, Bayangan ku
Sang Mentari mengkerut dalam keriangan cicauan burung. Menyembunyikan kehangatan sinarnya atas perdamaian hujan. Banyak asa yang yang terjatuh beriringkan rintikan rinai. Harapan hanya menjadi payung yang tak terbuka, memamerkan godaan nafsu dalam rinainya.
Seharusnya, ada banyak harapan yang beriringkan upaya yang telah tergambar. Menyatukannya dengan derap doa. Tapi, sungguh rinai ini begitu memikat mata tuk terbenam.
Entah bagaimana ku tuk memanfaatkannya. Rinainya sungguh deras. Membasahi upaya yang tersenggal hawa.
Ku hanya menatap harapan itu dalam bingkai doa. Menyalami upaya dengan hangatnya kopi hitam manis.
Hemmms hujan. Sungguh keindahan mu menghentikan langkah ku. Menghadang upaya ku yang tengah menggebu tuk menjemput harapan ku.
#berlindung dari rinainya hujan 😁










Posting Komentar