Oleh: Khusnul khatimah
Kebayang gak sih kalau kita tuh jauh dari keluarga ! Pasti kebayang dong ya,
kebanyakan anak itu pasti ingin merantau jauh, kalau tidak merantau pasti kuliah nya jauh.
Merantau ataupun kuliah jauh pasti jarang kumpul sama keluarga. Ya so pasti lah namanya jauh ya gak ketemu.
Jadi anak rantauan itu ada untungnya, misalnya ni ya, bisa cari pengalama, kerja, cari uang sendiri, hidup mandiri, tak ada yang ngelarang kalau jauh dari keluarga.
Tapi tak selama nya enak hidup rantauan itu, misalnya lagi sakit, tak ada yg merawat, terkadang sedih.
Beda tipis lah sama anak kuliahan. Bayangkan lah kalau kampung nya jauh dari tempat kuliah.
Pulang ke kos menung dulu. Kenapa?. Di bukanya tudung saji tak ada apa-apa, paling cuma minum air putih.
Coba anak rumahan, pulang ke rumah pasti manggil mamaknya dulu, baru liat meja makan.
Di buka nya tudung saji "waahh" ada ayam goreng. Pulang kuliah kenyang deh.
Hidup jadi anak kosan bagaimana susahnya jauh dari keluarga. Dia tau ada uang ngirit untuk makan.
Coba anak rumahan, ada uang di belanjakan, di habis-habiskan, dia tak tau susahnya cari uang tu gimana.
Tapi tak semua orang seperti itu sih.
Anak kosan ini ibaratkan sebuah tinta pena. Kenapa? Pena kalau tinta nya tinggal sedikit pasti ngirit untuk nulis.
Begitulah kira-kira kehidupan anak kosan " hidup irit" tapi tetap semangat untuk maju pantang mundur .
Sama-sama enak jadi anak kosan ataupun anak rumahan. Sama-sama merasakan kehidupan yang susah senang. Intinya harus jadi anak yang mandiri banggakan orang tua. Susah sekarang di kemudian hari harus jadi orang sukses .










Posting Komentar