Oleh : Agus Salim
Hari ini, 10/12/2016, kita ditemuai seorang pemuda yang semangat berjiwa patriot, ternyata seorang sosok Pemuda tetsebut ternyata adalah ketua umum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Politeknik Negeri Abdul Hadi, beliau berasal dari Duri, beliau merupakan salah satu Guru di RCQ Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Abdul Hadi ternyata Hafis Quran.
Sosok Pemuda yang harus kita berikan apersiasi yang menghubungi kami dari telepon selulernya untuk ketemu kami dari Pelajarhariini.com.
Kami juga tidak tahu niat Seorang laki-laki yang berambut keriting ini untuk berjumpa bersama kami disela hujan rintik-rintik disela kami usai sholat isya, yang didampingi oleh editor saya Dodi,
Disela perbincangan kecil beliau teringin menceritakan "Harga Seorang Pemuda dan Kebangkitan Islam" kami juga mempersilakan beliau menceritakan, dengan semangatnya Abdul hadi kerab panggilan yang disapa katanya.
Assalamu'alaikum jiwa yang selalu mengharap perjumpaan indah dengannya , jiwa yang selalu berharap belas kasih darinya , jiwa yang berharap gelar syahidallah di dapat darinya , jiwa yang mengharapkan keindahan jannah di hadapkan ketika akhir hayat pemutus segala kenikmatan semoga selalu dalam bimbingan dan ridhonya , robb seluruh alam.
Catatan ini bukan sekedar coretan teori-teori yang akan mengkerutkan dahi pembaca semua , bukan juga kajian-kajian ilmiah yang detail tersajikan, ini pembahasan yang sederhana secara teori, akan tetapi sebagian beranggapan sulit terwujudkan terlebih di-era globalisasi saat ini negara di hadapkan kepada masalah kerapuhan sosial berlaku ibarat hukum rimba, yang kuatlah yang berkuasa.
Bicara soal remaja, yang terlintas adalah semangat yang membara, gegabah (pengambilan keputusan berdasarkan emosi mendominasi).
Semua terjadi bukan tanpa sebab pengalaman yang tergolong minim, egosentris, tidak membiasakan berpikir sebelum bertindak merupakan beberapa penyebabnya.
Beda halnya jika dibandingkan dengan pemuda sejati yaitu mereka yang mempunyai semangat juang tinggi, berpikir positif, hidup seakan tak pernah lepas dari pada kemanfaatan nya untuk ummat dan masyarakat, anak muda yang peduli lingkungan sosialnya, mempunyai nilai di hadapan ummat dan masyarakat.
Saya dapat katakan mereka itulah aset bagi Bangsa, Agama dan Negara.
Jadi, sampai disini sahabat semua, sudah tahukan perbedaan yang sangat kontras antara Remaja dan Pemuda.
Sengaja saya mengangkat hal sedemikian, mungkin bagi semua orang pasti tahu kata-kata sang Proklamator kita yang fenomenal "berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku goncangkan dunia" semangat Perjuangan inilah yang kita harapkan kepada Pemuda untuk kebangkitan Islam.
Sebelum masa beliau salah seorang singa Islam Ummar bin Khatab pernah juga berkata "Jika aku menghadapi suatu masalah besar maka yang akan aku panggil adalah Pemuda- Pemuda".
Eits maaf ya.. itu PEMUDA yang di seru adalah Pemuda, bukan Bujang, Lajang, Remaja, Preman atau apalah namanya udah terbayangkan.
Mantap saudaraku, saya juga akan katakan kalau kita tarik tarik lagi sejarah betapa kemudian Pemuda sangat berpengaruh terhadap Perubahan atau Revolusi suatu peradaban betapa tidak.
Sikap hati yang keras di dukung oleh fisik yang mumpuni berkemungkinan besar untuk melakukan perubahan inilah namanya PEMUDA.
Masih belum percaya ya ? Atau masih mau jadi Remaja ? Gak mau naik kelas gitu ?
Jom perhatikan.
Khalid bin Walid menjadi Panglima Perang sehingga di juluki sebagai Syaifullah (Pedangnya Allah) di saat umur beliau masih tergolong remaja, namun dengan sikapnya ia mampu naik ke kelas selanjutnya ke kelas Pemuda.
Kalau kita baca kisah lagi , penakluk konstantinopel (turkey) Muhammad Al Fatih juga berusia remaja tapi ia mampu membuat gebrakan sehingga naik kelas menjadi Pemuda.
Banyak lagi saudara cerita sang Pemuda dalam Islam, maka dari itu jangan pernah remehkan harga seorang Pemuda, merekalah pewaris tahta kemuliaan dunia, harkat martabat keluarga, Bangsa dan Agama berada pada diri Pemuda.
Merekalah penyambung estafet Kepemimpinan.
Wahai Pemimpin masa kini jangan pernah kalian tinggalkan Pemuda, demi Allah mereka di atas ketentuan Allah menjadi penerus Bangsa.
Wahai Pemuda Pemudi harapan Bangsa, tuntunlah akhlak para Pemuda, ajarkan mereka kepedulian, bimbinglah ia dengan ajaran Islam (Abdul Alhadi).










Posting Komentar