Oleh : Agus Salim
Alhamdulillah, Pelajarhariini.com. Kembali dihubungi melalui Telphon Selulerny oleh seorang Pemuda Sungai Alam, untuk berbagi Ilmu pada tanggal 12/12/2016, Jam 20.45. di Kuala Alam di kediaman saya.
Sewaktu dihubungi saya masih bersama istri di jalan, sela beberapa menit saya inbok Pemuda tersebut untuk lansung menceritakan apa yang dipikirkan dibenaknya.
Saya juga berharap Muhammad Hafis menuliskan biografi singkatnya. Ternyata beliau adalah seorang Sosok Pemuda yang semangat tanpa pernah menyerah, dan kita akan ambil Pelajaran dari sosok Hafis kerap panggilan kampungnya. inilah Biodata singkat beliau,
Nama : Muhammad Hafiz
TTL : Bengkalis, 27 Feb 1997
Riwayat Pendidikan :
- TK Pembina Bengkalis
- SDN 040 Desa Sungai Alam Bengkalis
- MTsN Bengkalis
- SMAN 2 Bengkalis
- sedang mengambil kosentrasi pendidikan S1 di jurusan Sosiologi (Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Riau, Angkatan 2014.
Motto : Hidup berguna didunia, bahagia di akhirat
Pengalaman Organisasi :
- Ketua di OSIS SMAN 2 Bengkalis
- Sekbid di LSMI ALMADANI FISIP UR
- Ketua di Mahasiswa Pecinta Islam Badan Pengurus Daerah Riau.
HIDUP HANYA SEKALI, IKUTI TUNTUNAN NABI
Prihatin, benar-benar memprihatinkan menyaksikan perangai anak muda yang semakin hari semakin menjadi-jadi didalam pergaulan. Banyak sekali kalangan anak muda sekarang ini yang tidak lagi pedulikan aturan, prilaku buruk menjadi gaya-gayaan, foya-foya menjadi kebiasaan.
Miras, Narkoba, dan Seks bebas hampir-hampir menjadi keseharian yang tidak lagi dianggap sebagai suatu kesalahan.
Perkembangan budaya yang tidak terkontrol di zaman sekarang ini telah membawa pengaruh yang dahsyat. Budaya-budaya luar yang sejatinya merusak moral anak bangsa kini tidak lagi dipedulikan.
Orang-orang cenderung mengabaikan akibat dari yang telah dilakukannya, menganggap hal-hal yang sejatinya rusak sebagai suatu hal yang biasa bahkan menjadi gaya.
Seperti, misalnya sebuah lagu, ada yang populer di kalangan anak muda sekarang ini berlirik "Kami Anak Nakal, tapi masih batas wajar". dengan memakai standar budaya luar seperti tattoan dan pakaian terbuka sebagai hal yang wajar.
Hal ini telah menghasilkan anak muda mengabaikan nilai dan aturan-aturan setempat. Mereka hidup menjadi sesuka hati dan tidak peduli apakah yang dilakukannya pantas atau telah melampaui batas.
Pemandangan ini tentunya terjadi karena telah lepasnya pegangan hidup anak muda dari tuntunan yang telah diberikan oleh Manusia terbaik dimuka bumi ini.
Ia adalah Sosok yang harus kita bqnggakqn, seorang Nabi yang dikenal dengan namanya Muhammad (Salallahu 'Alaihi Wasallam).
Standar baik di kalangan anak muda kini harus diperbaharui kembali. Bahwa sesuatu yang baik bukan dari kemauan sendiri melainkan tuntunan yang telah diberikan oleh Nabi.
Apabila sesuatu yang baik tidak distandarkan sesuai dengan tuntunan, maka akan lepas kemana-mana tanpa arah dan tujuan.










Posting Komentar