Selamat Datang di Portal Pelajar

Mengajar bukan menghajar

oleh Handika putra-surabaya
Jam 7 pagi tiba dikantor, melihat suasana kantor yang sibuk dengan rapot sekolah. Maklum akhir semester jadi para guru agak disibukkan sedikit dengan laporan siswanya.
.
Oh yaa Aku bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar di daerah Ngagel Surabaya, Lumayan lah buat nambah uang jajan kuliah. LBB ini mempunyai jaringan dengan sekolah-sekolah di Surabaya. Jadi karyawannya akan dikirim ke sekolah menjadi guru honorer, guru pengganti dan bahkan ada yang menjadi guru tetap.
.
Next... hari ini guru-guru tidak ada yang pergi ke sekolah karena sedang UAS, jadi hari ini cuma mengerjakan laporan dikantor.
.
Aku naik ke lantai 2 untuk istirahat sejenak, diatas aku ketemu bu Rully, beliau sudah lama bekerja disini. Disinilah diskusi kita dimulai.
.
beliau bercerita banyak sekali, dari pengalaman dia mengajar, manajemen kelas, penguasaan materi, menangani anak yang bandel, durasi menjelaskan materi, dll.
.
Aku mulai bertanya kepada beliau, "bu bagaimana cara kita mengatasi jika suasana kelas ramai dan anak-anak gak bisa diatur?"
.
Dengan tegas beliau menjawab "kita harus disiplin dalam mengajar, kalau ada anak yang ramai bentak saja, panggil dia kedepan dan beri hukuman yang mendidik, tapi ingat jangan main fisik loh yaa".
.
Aku sedikit kaget dengan jawaban itu, ternyata metode mengajar dengan bentakan dan hukuman masih berlaku. Aku memberanikan diri untuk bertanya "hukuman yang mendidik itu bagaimana bu"?.
.
Dengan nada sedikit naik bu rully menjawab, "suruh saja mereka mengerjakan 100 soal atau rangkum buku paket sampai habis, gini mas biar anak2 gak ramai. Ketika masuk kelas jangan pasang wajah senyum, tapi pasang wajah serius dan suara tegas.
.
Wow... kalau aku jadi muridnya pasti sudah bosan dan mau pulang dengan tipe guru macam ini, karena suasana kelas bakal mencekam setiap harinya.
.
Okee... terima kasih bu, aku tidak berani menyanggah saran dari beliau. Aku cuma mengiyakan dan mencoba merenungi apa yang beliau katakan. Karena ketika aku menyanggah pasti akan terjadi debat kusir, aku pilih diam saja, secara aku belum banyak pengalaman seperti beliau.
.
Aku mengambil kesimpulan dalam diskusi kali ini bahwa, mengajar itu butuh strategi. Pintar saja tidak cukup, kita harus tau caranya mengajar.
.
Jangan salahkan murid kalau mereka jadi bandel, karena setiap kali mereka ramai metode HUKUMAN yang diberikan. Singa yang takut dengan pawangnya itu disebut hewan yang terlatih bukan berpendidikan.
.
Lalu bagaimana solusinya?? Arahkan keramaian mereka untuk berdiskusi dikelas, mencoba memecahkan soal bersama2, saling tukar pendapat, maka bisa dipastikan ramainya mereka adalah ramai yang positif.
.
jangan salahkan murid kalau mereka malas pergi sekolah dan belajar, karena setiap kali guru masuk ruangan. Atmosfer ancaman dilontarkan kepada mereka, bisa dipastikan belajar mereka karena faktor ke-TAKUT-an bukan karena faktor kesenangan.
.
lalu bagaimana solusinya?? Berikan senyuman terbaik kita ketika kita masuk kelas, berikan suasana nyaman kepada mereka, nnyaman dengan kita, sehingga tidak ada lagi ketakutan. Besoknya mereka akan menunggu kedatangan kita.
.
Memang benar kita tidak main fisik, tapi kalau dengan metode bentakan dan hukuman maka kita akan mengHAJAR mental mereka, menghancurkan MENTAL belajar mereka. Besoknya kedatangan kita tidak akan ditunggu oleh mereka, yang ada doa buruk mereka selalu menghampiri kita.
.
Ketika mengajar jangan NIATkan untuk membuat mereka pintar, tapi NIATkan untuk menyalurkan ilmu. Selanjutnya doakan mereka supaya pintar akal dan akhlak.
.
Yang menjadikan mereka pintar bukan kita, biarkan Allah yang mengurus ranah itu. Mengajar memang menguras EMOSI, kesabaran kita disana diuji, dan tidak sedikit guru yang curhat karena susahnya mengendalikan suasana kelas.
.
Susah, iyaa memang susah. Tapi belum tentu tidak bisa. Dibutuhkan ekstra  pengontrolan HATI, disana ada kesempatan kita berdoa untuk senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan saat mengajar.
.
Di Negara ini tidak sedikit orang pintar, malah mereka menggunakan kepintaran mereka untuk melakukan suatu hal yang bukan haknya.
.
Negara kita sedang krisis akhlak, dan perbaikan akhlak murid dimulai dari akhlak gurunya.

Bisa dilihat cek di ig juga yaa heheh https://www.instagram.com/p/BN1j620hMkR/

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger