Arafat || Channel Telegram:
Bayangkan seorang ibu melihat buah hatinya yang berumur lima tahun sedang bermain-main dengan kunci mobil. Mungkin kejadian seperti ini juga sering terjadi di dalam rumah kita.
Lalu si ibu memperingatkan anaknya tersebut, "Dede jangan main-main kunci mobil, nanti ayah marah" kalimat seperti ini pun mungkin sering pula kita ucapkan.
Tahukah kita, ternyata susunan kalimat seperti ini kurang ampuh untuk menghentikan perbuatan si anak, sebab dalam kalimat "jangan main-main kunci mobil" fokus si anak bukan dengan kata "jangan", tetapi justru mereka fokus dengan kata "main-main kunci mobil".
Begitulah cara kerja otak manusia, secara alami pertama-tama akan mencari inti dari sebuah kalimat yang kita dengar. Adapun kata "jangan" bukan sebuah inti kalimat.
Kalimat ini juga kurang positif. Karena saat kita mengancam dengan perkataan "nanti ayah marah" maka kita sedang memperkenalkan sifat marah kepada anak, sekaligus kita beri tahu anak bahwa ayahnya identik sebagai seorang pemarah. Wah jauh sekali efeknya ya ?
Bagaimana nilai rasa yang terlintas dalam benak saudara jika si ibu mengganti kalimatnya seperti ini, "Dede, kita cari mainan Dede yuk, kunci mobil itu taruh lagi ditempatnya agar Dede nanti disayang ayah" bukankah terdengar lebih positif ?
Salam Hijrah.
⏲ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!










Posting Komentar