Manusia adalah makhluk allah yang memberi manfaat terhadap orang lain, setiap detik perjalanan kita penuh dengan awasan sang pencipta.
Taukah kita, betapa mulianya kita sebagai makhluk allah yang namanya manusia, yang sering mendapat tantangan dalam sebuah kehidupan, dibalik tabir kehidupan.
Benarkah setiap kita punya cita-cita??
Terkadang cita-cita kita sering jauh dari harapan yang kita inginkan, tak seorangpun punya harapan jadi orang bodoh, tak seorangpun ingin terjerumus.
Pada hakekatnya, menyikapi tabir adalah jalan semua orang, ingin membuka tabir kehidupan yang gemilang, apapun yang orang bilang.
Terkadang kita sering dibilang gila tat kala cita-cita kita jauh dari pandangan semua orang, tapi kita tetap melakukannya. Benarkah cita-cita itu bisa kita gapai?
Cita -cita merupakan sebuah harapan, keinginan yang kita angan-angankan, bukan sebuah mimpi yang kita jadikan mainan belaka.
Terkadang tujuan menyikap tabir kebaikan, penuh cobaan, rintangan, dan resiko yang notabennya kita tidak bisa menghadapi semua itu, namun kita lemah.
Tabir adalah sebuah sekatan (pendinding) atau penutup dinding, namun tabir akan selalu kita buka terhadap dinding kejahatan, kemusyrikan yang hal ini bertentangan dengan keinginan dan cita-cita.
Terkadang menyikapi tabir dari kebencian orang terhadap kebaikan yang kita lakukan, akan memberikan sebuah semangat untuk kita berkarya, menambah kita semangat dalam melakukan sesuatu demi sebuah cita-cita untuk mencapai sebuah keberhasilan.










Posting Komentar