Oleh: @handika_putra_surabaya
"Malu bertanya, sesat dijalan" adalah sebuah istilah yang sudah lama dikenal orang, entah siapa yang Pertanyaan dan Jawaban membuat. Aku mengetahuinya ketika dulu masih duduk dibangku sekolah dasar, guruku menyampaikan kalimat itu ketika muridnya malu atau enggan untuk bertanya.
.
Kalau malu bertanya sesat dijalan, lalu bagaimana dengan menjawab? bagaimana dengan orang-orang yang dikira lebih "paham" tapi enggan untuk menjawab? Atau bahkan menyuruh si penanya untuk tidak terlalu banyak tanya?
.
Aku pernah menanyakan sesuatu kepada seseorang yang sudah aku anggap ahli dibidangnya, curhatdikit. Tapi pertanyaanku bukannya dijawab, eh dia malah menghina pertanyaanku dan diriku. Bahkan ketika dijawab, cacian dan umpatannya tidak pernah lepas dari jawabannya, hadehh. Aku salah orang kayaknya.
.
Kalau ada orang yang bertanya ya tinggal dijawab saja, gak usah lah pakai mencaci apalagi marah ke orang yang bertanya. Dibilang kayak anak kecil lah, pertanyaannya gak bermutu lah, dan lain-lain.
.
Kalau tidak tahu jawabannya ya bilang saja tidak tahu, gak usah lah berlagak sok tau. Kita tidak akan menganggap dirimu bodoh kok.
.
Kalau tidak mau menjawab ya bilang saja, gak usah lah merendahkan orang yang bertanya. Toh kita bakal mencari penjawab yang lain. Simpel kan ?
.
Kalau ada temannya yang lagi belajar yaa di dukung dan di motivasi. Gak usah lah pakai acara direndahkan atau dikoreksi habis-habisan. Setidaknya kalau tidak mau mendukung ya jangan menjatuhkan. Kita bukan peserta ajang pencarian bakat
.
kalau gak sama sesuai kebiasaan dan lingkunganmu ya biarkan. Tidak semua orang harus menjadi sepertimu dan biarkan mereka berkembang sesuai bakat dan minatnya. Perubahan itu butuh waktu.










Posting Komentar