Selamat Datang di Portal Pelajar

Stop !! jangan sok pintar .

Oleh: handika_putra_ surabaya
Bagaimana perasaanmu jika ada orang yang menolak saat kita nasehati? Kita dikatakan sok tau atau bahkan dianggap rendah didepan matanya. Bahkan secara terang-terangan mereka mengatakan "kamu ini siapa? baru belajar sedikit saja sudah sok pintar atau Sudah-sudah, omonganmu bikin panas telingaku". Pernah mengalami?? atau pernah menjadi pelaku?
.
Orang-orang seperti ini banyak kita temui dimanapun, biasanya sih sering dilakukan oleh orang-orang yang merasa dirinya sudah lebih banyak pengalaman hidup, merasa punya ilmu lebih dan merasa lebih baik dari kita.
.
Dan kemungkinan dari hal seperti ini bisa memicu sebuah perselisihan. Yang awalnya si pemberi nasehat ingin menasehati supaya orang itu lebih baik, karena tidak bisa mengontrol hati dan bingung cara menyikapi akhirnya malah timbul perselisihan. Kadang debat kusir tidak bisa dihindari.
.
Itulah fakta disekitar kita, ternyata masih banyak orang-orang yang menutup hati dan telinga untuk menerima nasehat. Lalu solusinya? Apakah harus dibiarkan atau stop jangan menasehati orang lagi? Kurasa dua-duanya bukan pilihan yang baik.
.
Untuk kamu yang menasehati, kita harus paham juga bahwa sebuah nasehat itu tidak harus diterima pada saat itu juga. Mungkin 2 hari setelahnya, 1 minggu, 2 minggu, bahkan 1 tahun. Tidak masalah, memang sebagian orang itu baru sadar akan sebuah nasehat jika sudah di uji dengan berbagai kejadian.
.
Untuk kamu yang menasehati, terkadang saking semangatnya kita menasehati orang kita lupa untuk melihat kondisi orang tersebut, apakah benar-benar butuh nasehat kita atau mereka cuma ingin diperhatikan. Jadi sangat penting untuk mengetahui kapan waktu yang tepat menasehati dan kapan waktu yang tepat untuk diam memperhatikan.
.
Untuk kamu yang menasehati, nasehat itu selalu identik dengan pesan-pesan kebaikan. Jadi gunakan cara yang baik pula, misal menasehati tanpa mengolok orang tersebut, menasehati tanpa membandingkan dirinya dengan orang lain. Memang siapa sih yang suka dibanding-bandingkan?, Jadi pahami dulu bagaimana cara menasehati yang benar.
.
Untuk kamu yang menasehati, rendah hati tetap dijaga. Jangan sampai orang yang kita nasehati menganggap diri kita sombong, sok menggurui, dan sebagainya. Dan lapangkan dada jika ada feedback yang kurang mengenakkan hati.
.
Untuk kamu yang dinasehati, mendengarkan nasehat dari siapapun itu perlu. Tanpa melihat siapa dia, umur berapa, statusnya apa. Nasehat bisa datang dari siapapun dan kapanpun, buka hati dan telinga untuk menerimanya. Jangan biarkan egoisme menguasai diri.
.
Untuk kamu yang dinasehati, Jika sebuah nasehat dirasa kurang pas dengan hati sampaikan dengan baik tanpa mengejek orang yang menasehati kita. Jika nasehat itu dirasa pas dihati jangan lupa ucapkan terima kasih.
.
Untuk kamu yang dinasehati, tidak selamanya orang yang dinasehati itu lebih bodoh, kurang pengalaman atau tidak baik dari yang menasehati. Cobalah dengarkan dulu, karena orang yang menasehati kita itu mampu melihat kekurangan yang ada pada diri kita.
.
Untuk kamu yang dinasehati, kita harus meyakinkan diri bahwa orang menasehati kita itu karena peduli kepada kita. Bukan membenci kita atau ingin menjatuhkan kita. Berburuk sangka itu tidak sehat buat hati loh.
.
Ada istilah bagus "Nasehatilah aku seperti saudaramu, bukan seperti musuhmu". Saling memahami tanpa diminta dan saling mengerti tanpa disuruh, membuat setiap nasehat yang disampaikan dan diterima terasa manis dihati.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger