Selamat Datang di Portal Pelajar

Belajar dari seekor semut ?

Oleh: Muhamad farduka
Siswa MAN Bengkalis

Suatu malam saya berjumapa dengan seseoarang laki-laki yang memiliki sosok yang sungguh hebat dan luar biasa, menurut saya beliau adalah seoarang ilmuan. akan tetapi sosok dari beliau ini salalu rendah. jujur saya katakan saat pertama kali saya mengenali seorang pemuda ini, hati saya sungguh memang sangat terpukau.
Luar biasaaa !!!!!
Banyak orang yang terkadang menurut kita adalah hebat dan memiliki potensi dalam bidang Intlek (Pendidikan) ia juga terkategori habat dan luar biasa. dan ada juga orang yang memiliki potensi dalam bidang intlek ia hebat dalam segala hal.

ada satu perkataan yang disampaikan oleh pemuda itu dg saya.
beliau berkata." belajar lah dari seekor semut, karna saya selau belajar dari seekor semut". kata beliau. lantas sedikit memprotesi,
"Mengapa Begitu bang?" beliau menjawab "Semut selalu bersama, saat ia susuah ia akan susah bersama-sama, dan saat ia senang ia juga akan bersama-sama dalam kesenangan". setelah itu saya terdiam dan tidak berbicara. perbicaraan ini tadi menjadi saya bertanya-tanya kembali. mengpa kita harus belajar dg makhluq yang sangat kecil.
suatu malam saya membuka sebuah artikel.
salah satu kecerdikan semut yang sangat menakjubkan adalah jika semut-semut membawa sebutir biji-bijian ke dalam sarangnya maka mereka terlebih dahulu membelahnya agar biji itu tidak tumbuh. Jika kedua belah biji itu dapat tumbuh maka mereka akan membelahnya menjadi empat bagian. Jika kebetulan tanah sedang basah atau berair dan mereka takut makanan menjadi rusak maka mereka akan mengeringkannya di panas matahari kemudian mereka kembalikan ke dalam sarang. Oleh sebab itu barangkali kita sering melihat beberapa biji yang sudah terbelah-belah di depan sarang mereka. Setelah ditinggal beberapa saat kita tidak akan melihat satu belah bijipun.

Kecerdikan lain dari semut adalah mereka membuat sarang di tempat yang tinggi agar tidak terendam air ketika banjir.

Inilah yang menjadi bukti bahwa manusia harus lebih banyak belajar dari semut.

Saya pernah membaca sebuah artikel dimana dalam artikel tersebut ada beberapa bentuk kalimat pembicaraan semut, diantaranya :

   1. Seruan
    2.Peringatan
    3.Penyebutan nama
    4.Perintah
    5.Penegasan
    6.Peringatan keras
    7.Pengkhususan
    8.Memahamkan
    9.Pengumuman
    10Pemberian alasan

saat itulah saya berfikir, manusia perlu belajar dengan makhluq yang sangat kecil.

Amsal 6:6 “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak”

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger