By : Kazar Adnan Ismail
Dalam sebuah film pernah saya mendegar ungkapan
"Sibuk adalah alasan yang tidak baik, alasan yang bodoh. Karena allah telah memberikan kita akal fikiran, untuk kita befikir bagimana mengatur waktu"
Memang terlihat sedikit kasar. Namun, ya seperti itulah.
Semua orang juga banyak kegiatan. Bukan soal banyaknya kegiatan yang kita permasalahan. Tapi apakah kita sudah benar-benar mengaturnya dengan baik?
Banyak yang beralasan. Bikin tugas, ada kegiatan ini dan itu. Sehingga tidak bisa datang rapat, atau kegiatan-kegiatan lainnya.
Kita bisa mengaturnya.
Jangan sampai kita yang diatur oleh waktu.
Ketika bangun tidur. Kita sudah data kegiatan kita dalam satu hari. Kita atur, jam segini ikut ini, jam segini ikut itu sampai kita tidur kembali.
Kita atur kapan harus buat tugas, kapan harus jalan, kapan harus aktif.
Jika ada kegiatan yang mendadak kita atur kembali jadwalnya. Jika ada kegiatan yang bentrok, kita pilih mana yang lebih bermanfaat.
"Buat nama kita tertulis dalam semua kegiatan yang positif, jangan sampai ada satu kegiatan yang tertinggal"
Mari kita telusuri kembali Nabi kita. Rasulullah. Beliau itu hamba Allah yang sangat sibuk. Tapi masih bisa ia shalat, masih bisa mengurus keluarga, masih bisa mengisi pengajian dan masih bisa mengurus pemerintahan.
Lah kita hanya seorang yang jauh dari itu. Sibuk kita tidak lah seperti presiden atau pejabat negara atau artis, yang jadwalnya padat dalam satu hari.
Yang harus kita lakukan memenej waktu. Agar kita bisa menguasainya..
Afwan. Semoga bermanfaat.
Salam ukhuwah kang Kazar... 😊😊😊










Posting Komentar