IQBAL........
Oleh: Agus Salim
Teman, aku bingung harus memulainya dari mana. Masih bolehkah aku memanggilmu Teman? Mungkin memang benar bahwa hidup harus terus berjalan dan kita seharusnya tak usah melihat kebelakang lagi. perpisahan pasti akan terjadi.. kau tetap tersenyum walau lelah melandamu d waktu kita bersama d MD1..
Tapi, tahukah kamu, ketika kita bersama bercanda d tenda panitia kau tetap tertawa walaupun kita letih bersama dalm dakwah ini, malam aku melihat kau tertidur tanpa bagian tempat kau tetap melelapkan matamu d emperen tres, kami selalu merindukanmu, merindukan kenangan kita bersama dalam duka dan tawa, juga merindukan semua pertemuan yang sering kita perdebatkan.
Semua memang jauh dri dugaan. Tapi, apakah semua juga salah kita ketika kita satu-sama lain menyadari bahwa kita menemukan kebahagiaan ini didalam dakwah ini, menyukai perjuangan dakwah tanpa seseorang tapi kau sahabatku tumbuh dalam lubuk hatimu , memikirkan perjuangan ini, kami bersama-sama kerumah kediamanmu satu fikroh satu persahabatan kau tetap tersenyum, teringat aku meminta sebijik mangga kau berikan kepadaku tetap kau tersenyum. Bukankah cinta itu adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap ciptaanNya? bukankah kematian tetap datang kepada siapapun, kami berdoa kau tetap bersama orang-orang yang beriman. Aku tak bisa menahan perasaan sedih ini yang baru kami rasakan dalam minggu ini dalam waktu yang sangat dekat, memulaikan persahabatan yang erat, air mata ini menjadikan sebuah saksi yang akan nnti menjadikan sebuah pertemuan dialam sana. kita akan bertemu nanti sahabatku iqbal di alam yang sama. selamat tinggal sahabatku iqbal










Posting Komentar