Selamat Datang di Portal Pelajar

menyikapi masalah 212.

menyikapi masalah 212.

Oleh: Agus Salim
KB PII Kab. Bengkalis

Mulai dari penanganan hukum yang (menurut saya) sesuatu, tuduhan makar yang selegenda antarmenteri sekabinet, tebar pamflet lewat helikopter yang mengingatkan zaman Belanda dulu, hingga rencana larangan pengusaha bus menyewakan armadanya.

Waktu tadi malam saya mendapat sebuah undangan dari masjid istiqomah tetanggal 30 -11-2016 seusai saya mengikuti pengajian bersama ustd safarudin.S.Pdi dari rupat saya membacakan secara lengkap surat undangan dari MAJLIS ULAMA INDONESIA KABUPATEN BENGKALIS sehubungan dengan akan dilaksanakannya istiqoroh ( zikir dan doa bersama ) untuk kemaslahatan bangsa dan negara, Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) kabupaten bengkalis menyerukan kepada kita untuk hadir bersama dimasjid istiqomah kab. bengkalis pada hari/tgl : jum'at / 2 desember 2016, pukul : 13.00 wib ( selepas sholat jumat, saya merasa terharu dan denyut jantung saya makin gemetar, saya makin menyakini MUI di kab. bengkalis sangat peduli terhadap persoalan penistaan agama, ucapan terima kasih yg saya hadiahkan buat ketua MUI sekaligus dosen saya yg tecinta  H.AMRIZAL, M.Ag. mudah-mudahan negeri bengkalis menjadi negeri yg bermarwah dan bermartabat dinegeri junjungan. akan tetapi saya akan menyesali ada sebagian penguasa negeri ini ,  menyerukan tidak usah ikut aksi. Khutbahnya juga mengandung pesan sponsor. Lebih masif lagi, kemarin ulama di kecamatan-kecamatan di Sidoarjo, mendadak diundang acara turba, yang isinya juga sama.

Bagi saya, bukan gelora apinya yang sangat besar yang bukan apinya yang dipadamkan, justru sibuk menjaring asap, yang sayangnya malah bikin sesak ummat.

kemudian saya menyesali begitu banyak postingan nyinyir dari teman-teman yang dipengaruhi pikiran liberalis. Secara halus atau kasar. Yang memberi pandangan dan pemikiran dan hasutan yang negatif secara sistematis, seakan yang tidak ikut aksi itu Islam-nya damai, toleran, NKRI sejati, dan lain-lain. Sementara yang ikut aksi sebagai Muslim yang bodoh, ngamukan, sumbu pendek, intoleran, isis yang menunggangi, propoganda dibayar aksi politik dan semacamnya. semuanya ngaur.

Ini mengaburkan masalah yang sebenarnya. Sebuah potret yang buram. Karena tak jarang, yang menuding, justru lebih layak menuding diri sendiri. yang tidak pernah ada dihatinya kebenaran alquran, Yang merasa menjadi pembangun, demikian Alquran mengajarkan, adalah yang tidak sadar menjadi perusak. namun disisi lain kebenaran akan ditup dengan sebuh kekuasaan, sebaliknya kesalahan akan dilindungi dengan penguasa yang zalim. ucapan terimakasih kepada MUI KABUPATEN BENGKALIS yang lagi andil dalam berdemokrasi.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger