Selamat Datang di Portal Pelajar

Senyum kecil Nina

Oleh : Andika putra
GM surabaya

Jalanan malam itu terasa sepi sekali, hanya ada 1 atau 2 kendaraan yang melaju dan seperti biasa warung-warung pinggir jalan masih ramai pengunjungnya. arloji ditangan sudah menunjukkan pukul 00.15, ahh.. sudah pergantian hari rupanya.

Hari ini terasa penat sekali, aktivitas dari pagi hari sampai dini hari maklum lah besok ada 3 tanggal merah dikalender, jadi harus lembur dan mengerjakan target yang seharusnya dikerjakan 3 hari kedepan.

Melamun dijalan membuatku tidak sadar kalau sudah sampai rumah, mata terasa perih karena sudah ngantuk. Membuka pintu dengan badan lemas dan menaruh sepeda motor didalam rumah, "terima kasih sudah menemaniku dijalan malam ini, katakau dalam hati". Sambil mengusap kaca spion.

Ahh sepertinya pikiranku mulai mengigau, berjalan menuju kamar, melepas sepatu dengan kaki dan menghempaskan badan ke kasur. Bruukkk... terlelap sudahh, penat yang luar biasa menyelimutiku malam ini.

Keesokan paginyaa, mata terasa masih berat untuk dibuka, mulai menangis ketika melihat cahaya lampu kamar. Uhhh silau heheh
Kaos kaki masih terpakai dan baju kantor masih melekat dibadanku.

Segera bergegas menuju kamar mandi dan masih belum terpikirkan apa yang harus aku lakukan dihari libur seperti ini. Dirumah sendirian bakal membuatku bosan, acara tv tidak ada yang menarik, teman-temanku sudah punya agenda masing2.

Tidur lagi? Ah sepertinya bukan pilihan yang bagus, hidup hanya sebentar jadi sebentar-sebentar jangan tidur. Wow tumben aku bijak sekali Heheh, sepertinyaa aku harus cari pasangan hidup supaya ada yang menemani dirumah, ciyeee.

Pada akhirnya aku putuskan untuk mengunjungi sebuah pemakaman, dimana kedua orang tuaku disemayamkan disana. Sudah lama sepertinya aku tidak kesana, entah masih ingat atau tidak dimana letak makam kedua orang tuaku.

Sesampainya dimakam, seperti yang aku perkirakan aku lupa letak makam kedua orang tuaku, mereka meninggal dalam kecelakaan mobil Sewaktu aku masih kuliah, ah sedih sekali rasanya mengingat mereka. Aku belum sempat membahagiakan mereka tapi Allah berkehendak lain.

Sudah hampir 30 menit aku mencari makam orang tuaku, tiba-tiba datang pak Yono. Beliau adalah penjaga makam ini, sepertinya dia mau melakukan pekerjaannya, bersih-bersih sekitaran pemakaman.

"Assalamualaikum pak Yono", sapaku kepada beliau. "Waalaykumsalam warahmatulahi wabarakatuh, wahh dek Putra sudah besar yaa rupanya, lama gak ketemu", sahut beliau. "Heheh iya pak, aku belum sempat kemari karena banyak pekerjaan, oh yaa makam orang tuaku sebelah mana ya pak?? Sudah lama gak kesini jadi lupa" tanyaku. "Itu sebelah pohon mangga, urutan ke 3 dari kiri", jawab beliau.

Sesampainya disana, aku melihat seorang anak perempuan kecil. Umurnya sekitar 9 tahun. Dia Berlarian sambil membawa 1 batang sapu lidi. "Apa yang dia lakukan?" Hatiku mulai bertanya, ah sudahlah mungkin itu anaknya pak Yono, sedang bermain.

Disamping makam orang tuaku, aku mulai mencabut rumput-rumput liar disana dan mengenang masa-masa mereka masih hidup. Tak terasa air mataku mulai menetes, mengalir hangat dipipi. Dan mulai berdoa kepada Allah. Ah jahatnya diriku, mendoakan mereka ketika hanya dimakam, jahatnya diriku mengingat mereka ketika sudah dimakam. Padahal doa bisa aku lakukan dimanapun.

Setelah selesai dengan makam orang tuaku, aku menuju ke pondok kecil yang terbuat dari bambu yang dibangun pak Yono untuk istirahat. Dan aku melihat anak kecil itu lagi, oohhh ternyata dia membawa sebatang sapu lidi untuk mengambil daun-daun kering yang sudah jatuh untuk membantu pak Yono.

Dia lakukan dengan menusuki daun itu ibarat sate dan tak jarang juga daun itu berjatuhan dari batang lidinya. Dia mengambil daun-daun itu dan menancapkan kembali pada lidinya, dan mengumpulkannya di tong sampah dekat pohon mangga.

sepertinya dia senang sekali melakukan itu. Berlarian dan tersenyum kesana kemari tanpa beban, dan memutar-mutar lidinya ketika sudah penuh dengan daun, aku tersenyum sendiri melihat tingkah anak kecil itu.

Pak Yono meghampiriku dan kami mulai mengobrol, beliau mengeluarkan bekalnya dan bersedia berbagi denganku. Lama sekali kami tidak mengobrol sampai tidak terasa waktu mulai berpindah ke sore hari. Ahh senang sekali bertemu beliau, aku berjanji besog akan kesini lagi membawa makanan untuk beliau.

Keesokan harinya, aku kesiangan bangun pagi hari ini. Aku baru ingat kalau ada janji sama pak yono pagi ini tapi aku malah bangun siang hari. Hahhh... tidurku lama sekali yaa seperti putri tidur sajaa..

aku bisa ke makam sore hari karena aku harus membereskan pekerjaan rumah terlebih dahulu, berharap semoga pak yono masih ada disana.

sesampainya disana, aku tidak melihat pak yono. Hanya melihat anak kecil itu lagi sedang duduk di pondok pak yono, sambil bermain dengan sebatang lidinya. Tanpa pikir panjang aku menghampiri anak kecil itu

aku langsung duduk disamping anak itu, sepertinya anak itu tidak menyadari kehadiranku. Aku mulai pembicaraan, "hai adek, namanya siapa??", tanyaku. Dia hanya melihat ke arahku sambil tersenyum dan menggeleng2kan kepalanya, melanjutkan main lidinya, dan mengusap ingusnya dengan bajunya. Baju yang dipakainya kemarin.

Aku menggunakan trik lama, mengeluarkan makanan dan menawarkannya kepada anak itu. Dan dia tetap tidak mau, Aku bertanya namanya lagi, kali ini dia menjawabnya "Namaku Nina" sambil tersenyum malu.

Kemudian kami mulai mengobrol dan nampaknya aku mulai akrab dengan dia. Ternyata dia bukan anak yang pendiam, dia cerita banyak sekali. Orang tuanya, cita-citanya, hobinya, dll.

"Aku bukan anaknya pak Yono" sambil mengangkat tangan ke arahku dan menggeleng-gelengkan jari telunjuknya.
"Hah !", responku ketika mendengar itu, lalu siapa dia? Kenapa dia selalu berada disini ?

To be continue...

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Media Belajar Jurnalistik - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger