Oleh : handika_putra_surabaya
Dulu saya ingat sekali waktu SD, guru saya pernah menjelaskan pelajaran matematika yang membahas satuan waktu.
1 hari = 24 jam ,1 jam = 60 menit ,1 menit = 60 detik, dst.
.
.
Yaaa kurang lebih seperti itu, namun seiring berjalannya waktu. Aku mulai sadar kalau dengan waktu yang sama per harinya produktivitas setiap orang itu berbeda. Kenapa?? Kok bisaa??
.
.
Jawabannya adalah "manajemen waktu", salah satu faktor terbengkalainya waktu adalah "penundaan".
.
.
Terlalu santai (MALAS), terlalu menggampangkan sesuatu dan tidak peka dengan kondisi yang akan datang, merupakan penyebab dari munculnya kebiasaan MENUNDA.
.
.
Orang yang sering MENUNDA akan sering berkhayal dan berkata "ah nanti pagi saja, ah nanti siang saja, ah nanti malam saja dan akhrinya berubah menjadi ah besok saja lah" dan itu dilakukan terus menerus sampai stock waktunya habis.
.
.
Sebagian orang berfikir bahwa, ide dan semangat akan muncul ketika waktu sudah mendekati deadline. Misalkan mengerjakan tugas sekolah, ide dan semangatnya tidak akan aktif kalau tidak mendekati deadline.
.
.
Tapi faktanya apa?? Di ujung deadline malah mendapatkan kepayahan pikiran dan emosi mereka meluap, bingung sendiri, gopoh (tergesa-gesa) dan pasrah dengan hasil seadanya. Yang ada malah nampak seperti orang gila.
.
.
Endingnya, biasanya di tutup dengan perkataan penyesalan dalam hati sambil memegang jidat kepala "ahh kenapa tidak aku lakukan dari dulu".
.
.
Slogan lama, penyesalan datang terakhir. Waktu bisa menjadi bom aktif yang sangat mematikan apabila tidak diatur dengan baik.
.
.
apa langkah kecil untuk memulai ?? Jangan menjadikan PENUNDAAN sebagai kebiasaan. Bayangkan jika Allah berkehendak untuk MENUNDA terbitnya matahari dari timur.
.
.
Karena waktu bukan seperti video player yang mampu diputar ulang. dia akan berjalan terus dengan cepat, tidak ada pergerakan slowmotion seperti di film matrix.
.
.
Dan disetiap menitnya selalu ada hikmah, bahkan disetiap detiknya. Atur waktumu sebelum waktu mengaturmu.










Posting Komentar